PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN TARI KREASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR SISWA TUNAGRAHITA DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA

Rahajeng Ratnayanti, Usep Kustiawan

Abstract


This research were to describe: (1) the gross motor capability of the student with intellectual disability in SDLB Putra Jaya before intervention (A). (2) while intervention (B). (3) after intervention (A’) (4) the differences of the gross motor capability of the student with intellectual disability in SDLB Putra Jaya between before and after intervention. The result of the research were (1) change level baseline condition (A) = +17,85%;(2) change level intervension condition (B) = +17,86%;(3) change level baseline condition baseline (A’) = +3,58%; (4) change level intervension (B) condition toward baseline
condition (A) = +3,57%; (5) change level baseline (A’) condition toward intervension condition (B) = -17,86%. There weren’t any overlapping data among them (0%).

 

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kemampuan motorik kasar siswa tunagrahita di SDLB Putra Jaya sbelum intervensi (A). (2) selama intervensi (B). (3) setelah intervensi (A’) (4) perbedaan kemampuan motorik kasar siswa tunagrahita di SDLB Putra Jaya antara sebelum dan sesudah
intervensi. Hasil penelitian ini adalah (1) change levelkondisi baseline(A) = +17,85%;(2) change level kondisi (B) = +17,86%;(3) change levelkondisi (A’) = +3,58%; (4) change levelkondisi (B) terhadap change levelkondisi (A) = +3,57%; (5) change levelkondisi (A’) terhadap change levelkondisi (B) = -17,86%. Overlapping antar kondisi tidak ada di antara data tersebut (0%)


Keywords


tari kreasi; motorik kasar; tunagrahita

Full Text:

PDF

References


Amin, Moh. 1995. Orthopedagogik Anak

Tunagrahita. Jakarta: Depdikbud Dirjen

Dikti.

Ary, D., Jacobs, L.C., & Razavieh, A. 2011.

Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan.

Terjemahan Arief Furchan.. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Astati, dkk. (2007). Pengantar Pendidikan Luar

Biasa . Jakarta : Universitas Terbuka.

Delphie, Bandi. 2006. Pembelajaran Anak

Tunagrahita. Bandung: Refika Aditama.

Hallahan, Daniel P and Kauffman, James M. 2006.

Exceptional Learner Introduction to Special

Education, 10

th

ed. Pearson Education,Inc.

Virginia University.USA.

Jazuli, M. 1994. Telaah Teoritis Seni Tari.

Semarang: IKIP Semarang Press.

Kaplan dan Sadock. 2010. Sinopsis Psikiatri Jilid

Jakarta; Fk-UI.

Kurniati,Yana; Amsyaruddin; Fatmawati. 2013.

Efektifitas Tarian Untuk Meningkatkan

Konsep Orientasi Ruang Bagi Anak

Tunagrahita Ringan. Padang: Jurusan

Pendidikan Luar Biasa FIP UNP.

Lwin, May, dkk . (2008) . How to Multiply Your

Child’s Intelligence. Jakarta: PT. Indeks.

Nasir, Moh. 2013. Metode Penelitian, cetakan k- 8.

Bogor. Ghalia Indonesia.

Sousa, David A. (2012). Bagaimana Otak Belajar.

Jakarta : PT. Indeks.

Sukamti, Endang Rini. 2007.Diktat Pengembangan

Motorik. Yogjakarta:Fik-UNY.

Sumaryanti, dkk. 2010. Pengembangan Model

Pembelajaran Jasmani Adaptif Untuk

Optimalisasi Otak Anak Tunagrahita. Jurnal

kependidikan, vol. 40, nomor 1.

Sunanto, Juang. 2005. Pengantar Penelitian dengan

Subjek Tunggal. Otsuka: University of

Tsukuba. Japan.

Wendt, Oliver. 2009. Calculating Effect Sizes for

Single Subject Experimental Design: An

Overview and Comaprison. Oslo. Purdue

University. Norwey.

Theresa, Ria Maria. 2015. Manfaat Tari Poco-Poco

Untuk Mencegah Kepikunan Penderita

Diabetes. Jawa Pos (Sabtu, 16 Mei 2015

halaman 1).

Yaumi, M.2012. Pembelajaran Berbasis Multiple

Intelligences. PT. Dian Rakyat. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal ORTOPEDAGOGIA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter
View "Journal Ortopedagogia" Statistics