Penerapan Time Banking dalam Interaksi Ekonomi Kekeluargaan

Silky Roudhotus Sa’adah, Mit Witjaksono, Agung Haryono


Abstract: The purpose of this study is how to apply time banking in the interaction of brotherhood economy. This research uses action research (action reseach) that is research oriented to problem solving. That is done as much as 2 cycles. In this research, the procedure of action research is a cycle or recycling of spiral form which each step consists of four stages, namely planning, action, observation and reflection. This research uses qualitative approach of experiment to perform document analysis, observation, interview, and Focus Group Discussion (FGD) and Focus Group Interview (FGI). This activity changed the mindset of people who previously thought money was everything, now they are moreable to contemplate if money is not the only means to meet the needs. Today the existence of money is also very undeniable. But with this activity the community can find alternatives to meet the needs that do not necessarily have to use the money. In addition they are now more understanding if in Indonesia its economic system highly uphold Pancasila and Article 33 of the 1945 Constitution, which at first they do not understand the economy as what should be applied in Indonesia.

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah bagaimana menerapkan time banking di dalam interakasi ekonomi kekeluargaan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action reseach) yakni penelitian yang berorientasi pada pemecahan masalah yang dilakukan sebanyak dua siklus. Pada penelitian ini prosedur pelaksanaan penelitian tindakan berupa suatu siklus atau daur ulang bentuk spiral yang setiap langkahnya terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksperimen untuk melakukan analisis dokumen, pengamatan, wawancara, serta Focus Group Discussion (FGD) dan Focus Group Interview (FGI). Kegiatan ini mengubah pola pikir masyarakat yang sebelumnya menganggap uang adalah segalanya, sekarang mereka lebih bisa merenungkan jika uang bukanlah satu-satunya alat untuk memenuhi kebutuhan. Diera sekarang ini adanya uang juga sangat tidak bisa dipungkiri. Namun, dengan adanya kegiatan ini masyrakat bisa mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan yang tidak serta merta harus menggunakan uang. Selain itu, mereka sekarang lebih memahami jika di Indonesia sistem perekonomiannya sangat menjunjung tinggi sila dalam Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945, yang pada awalnya mereka kurang paham akan ekonomi seperti apa yang seharusnya diterapkan di Indonesia.


kinship economy; time banking; ekonomi kekeluargaan; time banking

Full Text:



Bretherton, J., & Pleace, N. (2014). An Evaluation of the Broadway Skills Exchange Time Bank. United Kingdom.

Hastangka. (2012). Filsafat Ekonomi Pancasila Mubyarto. Jurnal Filsafat, 22(1), 31-50. DOI:

Nurullah. (2016). Sistem Ekonomi dan Demokrasi. Sistem Ekonomi dan Demokrasi, 1(1), 16–33.

Ozanne, L. K. (2010). Learning to Exchange Time: Benefits and Obstacles to Time Banking. International Journal of Community Currency Research, 14, 24–52.

Paul, W., Dumitru, A., Blanco, I. L., & Mira, R. G. (2015). Narratives: Time Banking.

Swarsono, S. E. (2002). Mengubah Pakem: Kompetensi dan Integritas Sarjana Ekonomi. Makalah disajikan pada seminar yang diselenggarakan oleh Bappenas bekerjasama dengan United Nations Support Facility for Indonesia Recovery (UNSFIR). Jakarta.

Tučník, P., & Blecha, P. (2016). Use Of Time Banking As A Non-Monetary Component In Agent-Based Computational Economics Models 1 Introduction 2 State of the Art. Wseas Transactions on Business and Economics, 13, 229–237.

Wahjoedi. (2015). Pendidikan Ekonomi Berkarakter Nilai-Nilai Pancasila. Malang: Universitas Negeri Malang.

Witjaksono, M. (2016). Time Banking as The Deployment of Caring Economics : A Preliminary Literature Research. Business, and Finance (ICEEBF), (1), 609–628.



  • There are currently no refbacks.

Copyright (c) 2018 Silky Roudhotus Sa’adah, Mit Witjaksono, Agung Haryono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JPtpp is accredited “Rank 2” as a scientific journal under the decree of the Directorate General of Research Enhancement and Development, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, dated October 24, 2018, No: 30/E/KPT/2018, effective for five years from Volume 3 Issue 1, 2018 until Volume 7 Issue 8, 2022.

Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, & Pengembangan

Journal Of Education

Graduate School Of Universitas Negeri Malang

Lisensi Creative Commons

JPtpp is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License