Pengaruh Dukungan Industri terhadap Keberhasilan Siswa Melaksanakan Teaching Factory

Dyah Ayu Fladya Rizky, Marji Marji, Tuwoso Tuwoso

Abstract


Abstract: This aims of the research to examine the effect of industry support to the success of students performing in teaching factory. Teaching factory is a production-based on learning that brings the industry atmosphere into learning. This learning is expected to make students ready to work, so that unemployment SMK graduates can be reduced. Data analysis in this research use descriptive and regression analysis. The results showed that industry support influenced to the successful implementation of teaching factory with 39.2% of effective contribution. 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan industri terhadap keberhasilan siswa melaksanakan teaching factory. Teaching factory merupakan pembelajaran berbasis produksi yang membawa suasana industri ke dalam pembelajaran. Pembelajaran ini diharapkan akan dapat membuat siswa siap bekerja dan memiliki jiwa enterpreneurship, sehingga pengangguran lulusan SMK dapat berkurang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan industri berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan teaching factory dengan sumbangan efektif sebesar 39,2%.


Keywords


industry support; dukungan industri; teaching factory

Full Text:

PDF

References


Ananda, A. F. (2017). Unit Produksi sebagai Edupreneurship, Kerjasama Dunia Usaha dan Dunia Industri dengan Sekolah, Bimbingan Karir, dan Layanan Bursa Kerja dalam Pengembangan Mindset Enterpreneurship dan Orientasi Karir Siswa SMK. (Tesis tidak diterbitkan). Universitas Negeri Malang, Malang.

BPS. (n.d.). No Title. Retrieved January 5, 2018, from http://bps.go.id

Cattaneo, A. A. P., & Aprea, C. (2018). Visual Technologies to Bridge the Gap Between School and Workplace in Vocational Education.

Chryssolouris, G., Mavrikios, D., & Rentzos, L. (2016). The Teaching Factory : A Manufacturing Education Paradigm. Procedia CIRP, 57, 44–48. https://doi.org/10.1016/j.procir.2016.11.009.

Gozali. (2017). Pembentukan Kompetensi Wirausaha Jasa Boga melalui Model Work Based Learning (WBL) dan Teaching Factory di Sekolah Menengah Kejuruan. Universitas Negeri Malang.

Khurniawan, A. W. (2015). Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Kincheloe, J. N. (2018). How Do Well the Workers? The Socioeconomic Foundations of Work and Vocational Education. New York: Routledge.

Moses, K. M. (2017). Hubungan Kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Industri di Bidang Teknologi Informasi (IT) di Kota Malang. (Tesis tidak diterbitkan). Universitas Negeri Malang, Malang.

Muhamad, H. (2017). Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Revitalisasi SMK). Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Nahriana. (2017). Sinergitas Peran Pemerintah, Peran Sekolah, dan Industri serta Proses Pembelajaran terhadap Lulusan SMK Bidang Keahlian Tata Boga dan Akomodasi Perhotelan di Sulawesi Selatan. (Tesis tidak diterbitkan). Universitas Negeri Malang. Malang.

Nasrullah, H. (2016). Model Teaching Factory pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan. In Seminar Nasional Pendidikan Kejuruan. Malang.

Olii, D. (2017). Model Hubungan Implementasi Prakerin, Dukungan Industri, Motivasi Kerja, dan Kompetensi Kejuruan terhadap Employability Skills dan Dampaknya pada Kesiapan Kerja Siswa SMK Paket Keahlian TIPTL di Sulawesi Utara. (Disertasi tidak diterbitkan). Universitas Negeri Malang, Malang.

Rentzos, L., Doukas, M., Mavrikios, D., Mourtzis, D., & Chryssolouris, G. (2014). Integrating Manufacturing Education with Industrial Practice using Teaching Factory Paradigm : A Construction Equipment Application. Procedia CIRP, 17, 189–194. https://doi.org/10.1016/j.procir.2014.01.126.

Scheid, R. (2018). Learning Factories in Vocational Schools Challenges for Designing and Implementing Learning Factories at Vocational Schools, 271–289.

Utaminingsih, S. (2011). Model Manajemen Pengembangan Soft Skill SMK Program Keahlian Pariwisata, 6(September), 169–183.

Wibowo, N. (2016). Upaya Memperkecil Kesenjangan Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dengan Tuntutan Dunia Industri. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 23(1), 45–50.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v3i6.11198

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Dyah Ayu Fladya Rizky, Marji Marji, Tuwoso Tuwoso

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JPtpp is accredited “Rank 2” as a scientific journal under the decree of the Directorate General of Research Enhancement and Development, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, dated October 24, 2018, No: 30/E/KPT/2018, effective for five years from Volume 3 Issue 1, 2018 until Volume 7 Issue 8, 2022.


Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, & Pengembangan

Journal Of Education

Graduate School Of Universitas Negeri Malang

Lisensi Creative Commons

JPtpp is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License