Makna Rendahnya Motivasi Siswa Belajar Geografi Dalam Pendekatan Fenomenologi

Farina Amelia, I Nyoman Ruja, Singgih Susilo

Abstract


Abstract: Schutz perspective phenomenological approach becomes an appropriate alternative to this research because understanding not apart from because motive and in order to motive. Research subjects in this study were students of class XII. Data collection techniques used include observation, interviews, and documentation. The results showed that the meaning of geography learning for students who have low motivation to learn geography is geography is a difficult subject, boring, and less perceived benefits for everyday life but must be studied in order to get a good value.

Abstrak: Pendekatan fenomenologi perspektif Schutz menjadi alternatif tepat pada penelitian ini karena pemahaman tidak terlepas dari motif sebab dan motif tujuan. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah siswa kelas XII. Teknik pengumpulan data yang digunakan, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna pembelajaran geografi bagi siswa yang memiliki motivasi rendah belajar geografi adalah geografi merupakan mata pelajaran yang sulit, membosankan, dan kurang dirasakan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari, namun harus dipelajari supaya bisa mendapatkan nilai yang bagus.


Keywords


student motivation; studying geography; phenomenology; motivasi siswa; belajar geografi; fenomenologi

Full Text:

PDF

References


Alfi, C., Sumarmi, & Amirudin, A. (2016). Pengaruh Pembelajaran Geografi Berbasis Masalah dengan Blended Learning

terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(4),

—602.

Ali, M. (2008). Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Daldjoeni. (1997). Pengantar Geografi untuk Mahasiswa & Guru Sekolah. Bandung: Alumni.

Fatchan, A. (2013). Metode Penelitian Kualitatif: 10 Langkah Penelitian Kualitatif Pendekatan Konstruksi dan Fenomenologi.

Malang: UM Press.

Fatchan, A., Mustofa, Soekamto, H. (2015). Defections “Kiai”, “Santri” and Farmersin the New Order and Reform Orderin the

Islamic Tradition in Rural East Java. Research on Humanities and Social Sciences, 5(10), 50—60.

Fatimah, S., Nurhadi., & Liestyasari, S. I. (2015). Motif ‘Agar’ dan Motif ‘Karena’ dalam Keputusan Orangtua Memilih

Lembaga Bimbingan Belajar. Sosialitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sosiologi-Antropologi, 5(2).

Hendratmoko, C. (2011). Permasalahan Pendidikan Pada Negara-Negara Sedang Berkembang. Graduasi, 25, 37—41.

Ilman, L. O. A. (2016). Hubungan Antara Keterampilan Mengajar Guru Geografi dengan Hasil Belajar Siswa Kelas X Madrasah

Aliyah Negeri 1 Buton Pada Materi Sejarah Pembentukan Bumi dan Tata Surya. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi.

(1), 367—386.

Jailani, M.S. (2013). Ragam Penelitian Qualitative (Ethnografi, Fenomenologi, Grounded Theory,dan Studi Kasus). Edu-Bio. 4,

—50.

Kemdikbud. (2016). Silabus Mata Pelajaran Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Jakarta: Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan.

Khafid, S. (2013). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah dan Gaya Kognitif terhadap Hasil Penanaman Wawasan

Kegeografian. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 20(2), 172—179.

Khuzaima, R. (2011). Pengaruh Gaya Mengajar Guru dan Motivasi Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata

Pelajaran Akuntansi. Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan, 4(2), 27—35.

Purwanto. (2014). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Santoso, E. A. H., Fatchan, A., Ruja, I. N. (2017). Makna Perilaku Motivasi Belajar Geografi yang Rendah dengan Pendekatan

Fenomenologi. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 2(1), 85—96.

Sardiman. (2016). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Slameto. (2003). Peranan Ayah dalam Pendidikan Anak dan Hubungannya dengan Prestasi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Memengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sugandi, D. (2015). Pembelajaran Geografi sebagai Salah Satu Dasar Pembentukan Karakter Bangsa. SOSIOHUMANIKA:

Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, 8(2), 241—252.

Sukarsono. (2013). Instructional Strategies and Methods of the Spritual Value-based Biodiversty in Pondok Pesantren

Annugayah Madura-Indonesia. Journal of Education and Practice, 4(27), 214—222.

Sumarmi. (2012). Model-Model Pembelajaran Geografi. Malang: Aditya Media Publishing.

Suparman. (2010). Gaya Mengajar yang Menyenangkan Siswa. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.

Susilo, S. (2017). Makna Kontribusi Pendapatan terhadap Kesejahteraan Ekonomi Keluarga Bagi Suami TKW pada Rumah

Tangga Petani di Daerah Suburban Desa Candirenggo Kabupaten Malang. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori,

dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi, 22(2), 85—92.

Uno, H. B. (2016). Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v3i9.11585

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Farina Amelia, I Nyoman Ruja, Singgih Susilo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JPtpp is accredited “Rank 2” as a scientific journal under the decree of the Directorate General of Research Enhancement and Development, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, dated October 24, 2018, No: 30/E/KPT/2018, effective for five years from Volume 3 Issue 1, 2018 until Volume 7 Issue 8, 2022.


Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, & Pengembangan

Journal Of Education

Graduate School Of Universitas Negeri Malang

Lisensi Creative Commons

JPtpp is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License