Pembelajaran Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal dengan Model Experiential Learning

Bunga Dwi Immaniar, Sumarmi Sumarmi, I Komang Astina

Abstract


Abstract: Environmental damage that occurs on earth is caused by human activities. Human activities that use the environment excessively cause the environment to be damaged. These activities describe human attitudes and behavior that are low in environmental preservation. Low human behavior towards the environment can be improved through education through environmental learning. Environmental learning takes the form of real learning activities to gain knowledge through everyday life. Environmental learning in everyday life is obtained through local wisdom to improve environmental care behavior. The purpose of this study was to determine the participation of students using local wisdom-based environmental learning through the Experiential Learning model. The study design included the participation of students using local wisdom-based environmental learning through the Experiential Learning model.

Abstrak: Kerusakan lingkungan yang terjadi di bumi disebabkan oleh aktivitas manusia. Aktivitas manusia yang memanfaatkan lingkungan secara berlebihan menyebabkan lingkungan menjadi rusak. Aktivitas tersebut menggambarkan sikap dan perilaku manusia yang rendah dalam pelestarian lingkungan. Perilaku manusia yang rendah terhadap lingkungan dapat diperbaiki melalui pendidikan melalui pembelajaran lingkungan. Pembelajaran lingkungan berupa kegiatan belajar secara nyata untuk memperoleh pengetahuan melalui kehidupan sehari-hari. Pembelajaran lingkungan dalam kehidupan sehari-hari didapatkan melalui kearifan lokal untuk meningkatkan perilaku peduli lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi peserta didik menggunakan pembelajaran lingkungan berbasis kearifan lokal melalui model Experiential Learning. Desain penelitian terdapat partisipasi peserta didik yang menggunakan pembelajaran lingkungan berbasis kearifan lokal melalui model Experiential Learning.

Keywords


learning environment; experiential learning model; local culture; pembelajaran lingkungan; model experiential learning; kearifan lokal;

Full Text:

PDF

References


Afriani, A. (2018). Pembelajaran Kontekstual (Cotextual Teaching and Learning) dan Pemahaman Konsep Siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 3(1), 80-88.

Aini, M. H. (2014). Penguasaan Konsep Lingkungan dan Sikap Peduli Lingkungan siswa SMA Adiwiyata Mandiri di Kabupaten Mojokerto. Jurnal Biologi Edukasi, 3(3), 479-484.

Antika, R. R. (2014). Proses Pembelajaran Berbasis Student Centered Learning. Jurnal BioKultur, 3(1), 251-263.

Ardian, A. (2015). Pengaruh Strategi Pembelajaran Student Centered Learning dan Kemampuan Spasial terhadap Kreativitas Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 22(4), 454-466.

Dewi, W. S. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Experiential Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Materi Ekosistem. Jurnal Biologi Ilmiah, 4(1), 14-17.

Fatliani, A. L. (2014). Pengaruh Model Pembelajaran Experiential Learning Terhadap Peningkatan Hasil Belajar IPA (Fisika) pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Marawola. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako, 2(4), 1-4.

Gunawan, R. (2014). Budaya Kearifan Lokal Dalam Tata Kelola dan Pengembangan Lingkungan Kota. Jurnal Sejarah dan Budaya, 1(2), 207-214.

Hariri, C. A. (2017). Penerapan Model Experiential Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Cahaya dan Sifat-sifatnya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(1),1-15.

Istighfaroh, Z. (2014). Pelaksanaan Model Pembelajaran Experiential Learning di Pendidikan Dasar Sekolah Alam Anak Prima Yogyakarta. Jurnal Teknologi Pendidikan, 2(2), 1-12.

Jannati, E. D. (2016). Model Pembelajaran Experiential Kolb untuk Meningkatkan Kemampuan Menjelaskan Fenomena Fisis Pada Konsep Optik. Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisik, 2(2), 143-155.

Juairiah. (2014). Pembelajaran Berbasis Lingkungan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Keanekaragaman Spermatophyta. Jurnal Biologi Edukasi, 6(2), 83-88.

Latipah, E. (2017). Pengaruh Strategi Experiential Learning terhadap Self Regulated Learning Mahasiswa. Jurnal Psikologi Indonesia, 14(1).

Maryuliana., Subroto I. M. I., & Haviana, S. F. C. (2016). Sistem Informasi Angket Pengukuran Skala Kebutuhan Materi Pembelajaran Tambahan sebagai Pendukung Pengambilan Keputusan di Sekolah Menengah Atas Menggunakan Skala Likert. Jurnal Transistor Elektro dan Informatika, 1(2), 1-12.

Pakpahan, D. R. (2017). Pengaruh Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Masyarakat di Wilayah Keluarahan Sei Sikambing. AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam, 2(2), 345-367.

Sriyanto. (2007). Kondisi Lingkungan Hidup Jawa Tengah dan Prospek Pembangunan ke Depan. Jurnal Geografi, 4(2), 107-113.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v4i5.12431

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Bunga Dwi Immaniar, Sumarmi Sumarmi, I Komang Astina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JPtpp is accredited “Rank 2” as a scientific journal under the decree of the Directorate General of Research Enhancement and Development, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, dated October 24, 2018, No: 30/E/KPT/2018, effective for five years from Volume 3 Issue 1, 2018 until Volume 7 Issue 8, 2022.


Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, & Pengembangan

Journal Of Education

Graduate School Of Universitas Negeri Malang

Lisensi Creative Commons

JPtpp is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License