Media Wayang Golek untuk Menumbuhkan Kesadaran Menyelesaikan Konflik secara Konstruktif bagi Siswa SMP

Andrey Triwidya Putra, Dany Moenindyah Handarini, M. Ramli

Abstract


Abstract: This study aims to produce a guide to awareness training to resolve conflicts constructively using the media wayang golek for junior high school student. This training guide is teaching material that contains material, steps in training activities, and evaluation. This research and development procedure adapted from the development of Borg and Gall which carried out six stages, namely (1) preliminary study, (2) planning, (3) product development (4) product validation, (5) product revision, and (6) final products. The analytical technique used in this Research and Development uses Descriptive analysis, which is to describe each assessment item given by experts and prospective users. Based on the results of analysis that have been obtained from puppet experts, Guidance and Counseling, Learning Media and Prospective Users, it can be concluded that the guideline of awareness training to resolve conflict constructively using puppet golek media meets the criteria of acceptance both theoretically and practically. Suggestions for future researchers are that this research is only to test experts and prospective users, so there needs to be an effectiveness test to find out the effectiveness of this product guide.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan panduan pelatihan kesadaran menyelesaikan konflik secara konstruktif menggunakan media wayang golek untuk siswa SMP. Panduan pelatihan ini adalah bahan ajar yang berisi materi, langkah kegiatan pelatihan, serta evaluasi. Prosedur penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi dari pengembangan Borg and Gall yang dilakukan enam tahap, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) validasi produk, (5) revisi produk, dan (6) produk akhir. Teknik analisis yang digunakan dalam Penelitian dan Pengembangan ini menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan mendiskripsikan setiap butir penilaian yang diberikan oleh para ahli dan calon pengguna. Berdasarkan hasil analisis yang telah diperoleh dari ahli wayang, Bimbingan dan Konseling, Media Pembelajaran, dan Calon Pengguna, dapat disimpulkan bahwa panduan pelatihan kesadaran menyelesaikan konflik secara konstruktif menggunakan media wayang golek memenuhi kriteria keberterimaan secara teoritik maupun praktik. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu penelitian ini hanya sampai uji ahli dan calon pengguna, jadi perlu adanya uji efektivitas untuk mengetahui keefektifan produk panduan ini.


Keywords


puppet show media; conflict; constructive; media wayang golek; konflik; konstruktif

Full Text:

PDF

References


Anjasmara, A. (2018). Kajian Tokoh Wayang Golek Purwa dan Pemanfaatannya Dalam Menyampaikan Pengajaran Sastra untuk Meningkatkan Nilai-Nilai Budi. Jurnal Tuturan: Jurnal Pendidikan Bahasa Sekolah Pascasarjana, 7(1), 785–794.

Arief, dkk. (2011). Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemenfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.

Azhar, A. (2016). Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Aristiani, R. (2016). Meningkatkan Percaya Diri Siswa melalui Layanan Informasi Berbantuan Audiovisual. Jurnal Konseling Gusjigang, 2(2), 182–189. https://doi.org/10.24176/jkg.v2i2.717

Borg, W. R., & Gall, M. D. (1983). Educational Research: An Introduction. New York: Logman Inc.

Cahyaningrum, V. D., Handarini, D. M., & Simon, I. M. (2019). Pengembangan Panduan Pelatihan Empati menggunakan Teknik Sinema Edukasi untuk Mencegah Perilaku Bullying Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 3(3), 139–145. https://doi.org/10.17977/um001v3i32018p139

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Djamarah., Bahri., & Zain (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Irani, Handarini, & Fauzan. (2018). Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Mengelola Emosi sebagai Upaya Preventif Perilaku Bullying Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 3(1), 22–32. https://doi.org/10.17977/um001v3i12018p022

Kagaari, J., Nakasiita, K., Ntare, E., Atuhaire, R., Baguwemu, A., Ojok, G., … Thompson, C. E. (2017). Children’s Conceptions of Peace in Two Ugandan Primary Schools: Insights for Peace Curriculum. Research in Comparative and International Education, 12(1), 9–25. https://doi.org/10.1177/1745499917698299

Kartadinata, S., Affandi I., Wahyudin, D., & Rusyadi Y. 2015. Pendidikan Damai. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kompas, 2016. Tiga Pelajar di Bogor Melakukan Aksi Duel Hingga Menewaskan Salah Seorang Diantaranya. Terbit, Jum’at 03 November 2016.

Kompas, 2018. SMK Rahayu Mulyo dan SMK Respati, 2 Pelajar Meninggal Dunia. Kompas. Tawuran Antar Pelajar. Terbit, Rabu 15 Agustus 2018

McCollum. S. (2009). Managing Conflict Resolution. Character Education. New York: Chelsea House.

Novita, L., & Hidayah, N. (2016). Pengembangan Panduan Pelatihan Efikasi Strategi Experiential Learning Bagi Siswa. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1(2), 79–89. http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i22016p079

Nurhidayati, D., & Pratiwi, T. I. (2013). Pengembangan Media Video untuk Meningkatkan Pemahaman Bahaya Seks Bebas di Kalangan Remaja SMA Negeri 1 Soko Tuban. Jurnal BK Unesa, Vol.01 No., 281–290.

Prasetiawan, H., & Alhadi, S. (2018). Pemanfaatan Media Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 3(2), 87–98. https://doi.org/10.17977/um001v3i22018p087

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. (online), (https://setkab.go.id/wp-content/uploads/2017/09/Perpres_Nomor_87_Tahun_2017.pdf), diakses 15 Maret 2019

Rianta, J., & Masturoh, T. (2013). Penanaman Budi Pekerti melalui Pertunjukan Wayang Golek Garap Padat. Gelar: Jurnal Seni dan Budaya, 11(1), 32–41.

Sulaksono, D. (2013). Filosofi Pertunjukan Wayang Purwa. Jurnal Kebudayaan Islam, 11(1), 238–246.

Supriyanto, A., & Wahyudi, A. (2017). Skala Karakter Toleransi: Konsep dan Operasional Aspek Kedamaian, Menghargai Perbedaan, dan Kesadaran Individu. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(2), 61–70.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v4i11.13006

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Andrey Triwidya Putra, Dany Moenindyah Handarini, M. Ramli

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JPtpp is accredited “Rank 2” as a scientific journal under the decree of the Directorate General of Research Enhancement and Development, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, dated October 24, 2018, No: 30/E/KPT/2018, effective for five years from Volume 3 Issue 1, 2018 until Volume 7 Issue 8, 2022.


Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, & Pengembangan

Journal Of Education

Graduate School Of Universitas Negeri Malang

Lisensi Creative Commons

JPtpp is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License