Makna Tradisi Sekura Cakak Buah

Eka Purnama Sari, Budijanto Budijanto, Singgih Susilo

Abstract


Abstract: Sekura Cakak Buah is the oldest tradition of saibatin community in Lampung Barat regency. The tradition that were born and developed in tandem with the civilization of the people certainly have profound meaning and values. This research aims to uncover and explore the meaning and value of sekura cakak buah tradition for indigenous saibatin communities and to undestand the implementation of meanings and values of tradition in the lives of saibatin community. The study used qualitative design with an understanding approach to the meaning of ethnography. Data were analyzed by analizing domains, taxonomik, components and cultural theres. The results of the study showed that the meaning of sekura cakak buah tradition for the saibatin community is self-identity, life, and sosial life. The meaning and values are implemented in community’s lives which are namely cultural meaning and values including: self identity, cultural heritage, and regional icon; the meaning and value of religion includes the almighty god, praying, giving thanks and ngejalang (forgiving each other; the meaning and values of the economy include activities in the Pasar Tumpah dan Lamban Sekura; as well as the meaning and social values including kinship and relatives, equality between fellow being, beguai jejama (working together) and social relationship of saibatin community.

Abstrak: Sekura Cakak Buah merupakan tradisi tertua masyarakat saibatin di kabupaten Lampung Barat. Tradisi yang lahir dan berkembang beriringan dengan peradaban masyarakatnya tentu memiliki makna dan nilai yang mendalam. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menggali makna dan nilai tradisi sekura cakak buah bagi masyarakat adat saibatin, dan memahami implementasi makna dan nilai tradisi dalam kehidupan masyarakat saibatin. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan pemahaman makna etnografi. Data dialisisis dengan analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna tradisi sekura cakak buah bagi masyarakat saibatin adalah identitas diri, kehidupan, dan kehidupan sosial masyarakat. Makna dan nilai tradisi terimplementasi dalam kehidupan masyarakat yang tercakup dalam makna dan nilai budaya, meliputi identitas diri, warisan budaya, dan ikon wilayah; makna dan nilai religi (keagamaan), meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, berdoa, bersyukur, berserah, dan ngejalang (saling memaafkan); makna dan nilai ekonomi, meliputi aktivitas di Pasar Tumpah, dan Lamban Sekura; makna dan nilai sosial, meliputi kekeluargaan dan kekerabatan, kesamaan antar sesama, beguai jejama (bekerja sama) dan hubungan sosial masyarakat saibatin.


Keywords


the meaning of tradition; sekura cakak buah; saibatin community; makna tradisi; sekura cakak buah; masyarakat saibatin

Full Text:

PDF

References


Amirullah, A., Tafsir, A., Husni, A., & Mujahidin, E. (2019). Makna Budaya Ilmu Dalam Literatur Islam. Edukasi Islami-Jurnal Pendidikan Islam, 08(02), 267–286. https://doi.org/10.30868/ei.v8i2.465

Anwar, K. (2013). Makna Kultural dan Sosial-Ekonomi Tradisi Syawalan. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 21(2), 437. https://doi.org/10.21580/ws.2013.21.2.253

Darwis, R., & Dilo, A. U. (2012). Implikasi Falsafah Siri’ Na Pacce pada Masyarakat Suku Makassar di Kabupaten Gowa. El-Harakah-Jurnal Budaya Islam, 14(2), 186–205. https://doi.org/10.18860/el.v14i2.2317

Djaelani, A. (2013). Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif. Pawiyatan-Journal of Ivet University, 20(1), 11.

Eagleton, T. (2016). The Idea of Culture Manipulasi-Manipulasi Kebudayaan. Terjemahan Ali Noer Zaman. Surabaya: Nusantara Press.

Fauzan, F. (2016). Makna Simbolik Topeng Sakura pada Masyarakat Adat Lampung. Jurnal Kalam, 10(1), 223. https://doi.org/10.24042/klm.v10i1.342

Hanafi, H., Hidayah, N., & Mappiare, A. (2018). Adopsi Nilai Budaya Osing dalam Kerangka Objektivitas. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 3(9), 1237–1243.

Kohzadi, H., & Azizmohammadi, F. (2011). T. S. Eliot’s Interpretation of Culture. Journal of Basic and Applied Scientific Research, 1(12), 2823–2825.

Manor-Binyamini, I. (2011). A Model of Ethnographic Discourse Analysis for an Interdisciplinary Team. Journal of Pragmatics, 43(7), 1997–2011. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2010.12.011

Murdiati, M., Imron, A., & Basri, M. (2018). Makna Sakura dalam Kebudayaan Masyarakat Lampung Paksi Bejalan Diway Kabupaten Lampung Barat. Skrispi tidak diterbitkan. Universitas Lampung, Bandar Lampung.

Mustika, I. W. (2011). Perkembangan Bentuk Pertunjukkan Sakura Dalam Konteks Kehidupan Masyarakat Lampung Barat Tahun 1986-2009. Disertasi tidak diterbitkan. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Mustika, I. W. (2014). The Taxonomy of Sakura A Life Portrait of Liwa People. Jurnal Humaniora, 26(3), 276–284. https://doi.org/10.22146/jh.6186

Prasanti, D., & Sjafirah, N. A. (2017). Makna Simbol Budaya Lokal bagi Komunitas Tanah Aksara: Studi Deskriptif Kualitatif tentang Makna Simbol Budaya Lokal bagi Komunitas Tanah Aksara di Bandung. Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 11(2), 15. https://doi.org/10.24090/KOMUNIKA.V11I2.1366

Puc-Alcocer, M., Arce-Ibarra, A. M., Cortina-Villar, S., & Estrada-Lugo, E. I. J. (2019). Rainforest Conservation in Mexico’s Lowland Maya Area: Integrating Local Meanings of Conservation and Land-Use Dynamics. Journal of Forest Ecology and Management, 448, 300–311. https://doi.org/10.1016/j.foreco.2019.06.016

Purnamasari, S. M., Wahyono, H., & Wulandari, D. (2017). Pembelajaran Ekonomi Berbasis Nilai Budaya Jawa. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian dan Pengembangan, 2(2), 223–227.

Putranto, A. (2015). Kemeriahan Pesta Topeng Sekura. Kompas.com, 23/07/2015, 08:40. https://travel.kompas.com/read/2015/07/23/084039727/Kemeriahan.Pesta.Topeng.Sekura

Simatupang, D. E. (2012). Trasformasi Makna Religi Borotan Dalam Upacara Kurban Bius pada Masyarakat Batak. Jurnal BAS-Berkala Arkeologi Sangkhakala, 15(2), 242–255. https://doi.org/10.24832/bas.v15i2.124

Sudira, Putu. t.t. Pengembangan Penelitian Kualitatif. Makalah Penyegaran dan Peningkatan Kinerja Dosen UNY dalam Penelitian. http://staffnew.uny.ac.id/upload/131655274/penelitian/077-pengembangan-penelitian-kualitatif.pdf

Sukmawati, S., Utaya, S., & Susilo, S. (2015). Kearifan Lokal Masyarakat Adat Dalam Pelestarian Hutan sebagai Sumber Belajar Geografi. Jurnal Pendidikan Humaniora, 3(3), 202–208.

Sumarmi., & Amirudin, A. (2014). Geografi Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal. Malang: Aditya Media.

Syamsunardi. (2017). Nila-Nilai Budaya Siri’ Na Pacce Masyarakat Sayye’ Cikoang Kabupaten Takalar Dalam Perspektif Etnografi. Tesis tidak diterbitkan. Universitas Negeri Malang, Malang.

Syarif, E. (2018). Representasi Aturan Adat Dalam Pengelolaan Hutan Masyarakat Adat Ammatoa Sulawesi Selatan. Journal Environmental Science, 1(1), 40–51.

Thomas, K. K. (2014). Revitalisation of the Performing Arts in the Ancestral Homeland of Lampung People, Sumatra. Wacana Seni-Journal of Arts Discourse, 13, 29–54.

Ujang, N., & Zakariya, K. (2015). The Notion of Place, Place Meaning, and Identity in Urban Regeneration. Procedia Journal -Social and Behavioral Sciences, 170, 709–717. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.01.073

Upami, T. (2014). Makna Nilai-nilai Budaya Lokal dalam Perilaku Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Peladang Berpindah. Jurnal Pendidikan Humaniora, 2(3), 256–262.

Wijaya, H. (2018). Analisis Data Kualitatif Model Spradley (Etnografi). Researchgate.net, 10. http://www.researchgate.net/publication/323557072.

Winarno, K. (2015). Memahami Etnografi Ala Spradley. Jurnal SMART, 1(2), 257–265. https://doi.org/10.18784/smart.v1i2.256.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v5i3.13253

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Eka Purnama Sari, Budijanto Budijanto, Singgih Susilo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JPtpp is accredited “Rank 2” as a scientific journal under the decree of the Directorate General of Research Enhancement and Development, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, dated October 24, 2018, No: 30/E/KPT/2018, effective for five years from Volume 3 Issue 1, 2018 until Volume 7 Issue 8, 2022.


Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, & Pengembangan

Journal Of Education

Graduate School Of Universitas Negeri Malang

Lisensi Creative Commons

JPtpp is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License