Pemanfaatan Museum Keraton Sambaliung untuk Meningkatkan Pemahaman Sejarah Siswa

Zulkifli Randa, Ari Sapto, Blasius Suprapta

Abstract


Abstract: The purpose of this study is to describe the potential use of palace palace as a source of learning, and to find out the historical understanding of students of class X Social High School students. The research method uses Mixed Methods with Sequential Exploratory design. Starting with qualitative research and continuing with quantitative research. The instrument used was a questionnaire. Semple of the research are students of class X IPS I of SMAN 4 Berau. The results showed that the potential of Sambaliung Palace is available as a source of historical learning to support the learning process. The results of data analysis showed that the treatment utilizing Sambaliung Palace as a source of learning could increase students' historical understanding with a probability of 0,000.

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan potensi pemanfaatan meseum keraton sebagai sumber belajar dan untuk mengetahui pemahaman sejarah peserta didik kelas X IPS SMAN. Metode penelitian menggunakan Mixed Methods dengan desain Sequential Exploratory. Dimulai dengan penelitian kualitatif dan dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Sampel penelitian yaitu siswa kelas X IPS I SMAN 4 Berau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi museum keraton Sambaliung cukup tersedia sebagai sumber belajar sejarah untuk menunjang proses kegiatan pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perlakuan memanfaatkan meseum keraton Sambaliung sebagai sumber belajar dapat meningkatkan pemahaman sejarah siswa peserta didik dengan probabilitas sebesar 0,000.

Keywords


sambaliung palace; historical understanding; learners; keraton sambaliung; pemahaman sejarah; peserta didik

Full Text:

PDF

References


Abdillah, F. (2017). Revitalisasi Kemampuan Refleksi Mahasiswa Calon Guru Melalui Penulisan Jurnal Perkuliahan PPKN. EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 9(1), 8. https://doi.org/10.17509/eh.v9i1.6148

Bahri, S. (2015). Gawai Dayak sebagai Sumber Sejarah Lokal Tradisi Masyarakat Indonesia Sebelum Mengenal Tulisan. Jurnal Ilmu-ilmu Sosial, 12(2).

Amboro, K. (2015). Membangun Kesadaran Berawal dari Pemahaman; Relasi Pemahaman Sejarah dengan Kesadaran Sejarah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Metro. Historia, 3(2), 109. https://doi.org/10.24127/hj.v3i2.150

Chrisnathaniel, H. C., Mawardi, M. K., Administrasi, F. I., & Brawijaya, U. (2017). Menciptakan Ruang Pasar Baru Berskala Internasional (Studi Kasus pada PT Kebon Agung). Jurnal administrasi bisnis, 43(1), 50–59.

Dratriarawati, A. (2014). Pemanfaatan Museum Isdiman Ambarawa sebagai Sumber Belajar. Indonesian Journal of History Education, 3(2), 17–21.

Harrison, P., & Shaw, R. (2004). Consumer Satisfaction and Post-Purchase Intentions: An Exploratory Study of Museum Visitors. International Journal of Arts Management, 6(2), 23–32.

Jumardi, J. (2017). Peranan Pelajaran Sejarah Dalam Pengembangan Karakter Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Nilai Sejarah Lokal di SMA Negeri 65 Jakarta Barat. Jurnal Pendidikan Sejarah, 6(2), 70. https://doi.org/10.21009/jps.062.08

Kari A, Dietz. (2002). Influence of teaching in an outdoor classroom on kindergarten children’s comprehension and recall of a science lesson. Unpublished Thesis. USA: B.A., University of Lousiana Lafayette.

Kartodirjo S. 1993. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia.

Karyono. (2010). Pemanfaatan Museum sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Prasejarah bagi Guru Guru SMA Kota Semarang. Jurnal Abdimas, 14(1).

Lucija Andre & Tracy Durksen (2016). Museums as Avenues of Learning for Children: A Decade of Research. The Museum Journal and 96 in Journal of Museum Education 20, 47-76.

Mulyadi, M. (2013). Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif serta Pemikiran Dasar Menggabungkannya. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 15(1), 128. https://doi.org/10.31445/jskm.2011.150106

Martin, C. A., & Tulgan, B. 2002. Managing The Generation Mix: From Collision to Collaboration. Human Resource Development.

Mursi A. D., Zafri., & Ofianto. (2019). Pemanfaatan Museum Adityawarman sebagai Salah Satu Sumber Pembelajaran Sejarah Bagi Siswa SMA Don Bosco Padang. Jurnal Kronologi, 1(1), 46–53.

Mursidi, A. (2010). Pemanfaatan Museum Blambangan sebagai Sumber Belajar Sejarah di Kelas X SMA Negeri Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Paramita, 20(2), 190–202.

Nugroho, A., & Mareza, L. (2016). Pemanfaatan Museum Bri Dan Museum Jenderal Sudirman sebagai Sumber Belajar IPS oleh Siswa dan Guru SD di Purwokerto. Jurnal Ilmiah Kependidikan, IX(2).

Nur, F. M. (2012). Pemanfaatan Sumber Belajar Dalam Pembelajaran Sains Kelas V SD pada Pokok Bahasan Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan. JESBIO, 1(1), 14–20.

Purwanto. B. (2001). Memahami Kembali Nasionalisme Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 4(3)

Rosli, N., Ambak, K., Daniel, B. D., Prasetijo, J., Tun, U., Onn, H., & Pahat, B. (2015). The Value of Mixed-Method Research with Families of Children with Autism Spectrum Disorder. Jurnal Teknologi, 1, 1–6.

Rosyadi, K., Rozikin, M., & Trisnawati. (2015). Analisis Pengelolaan Dan Pelestarian Cagar Budaya Sebagai Wujud Penyelenggaraan Urusan Wajib Pemerintahan Daerah (Studi pada Pengelolaan dan Pelestarian Situs Majapahit Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto). Jurnal Administrasi Publik, 2(32), 830–836.

Nasution, A. H., Sejarah, P. P., Indonesia, U. P., & Lokal, P. S. (2014). Pemanfaatan Situs Kesultanan Deli Dalam. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. 23(2), 91–98.

Susanto, Heri. 2014. Seputar Pembelajaran Sejarah: Isu Gagasan dan Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressindo

Sutarjo., Sariyatul & Agung L. S. (2013). Penerapan Model Problem Based Learning (PBL dengan Media Museum Kars Dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Pemahaman tterhadap Situs Sejarah pada Siswa Kelas VII SMP Negereri 1 Ngodirojo Kanupaten Wonogiri Tahun 2015/2016. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Winaya, A. (2015). Peran Museum Majapahit sebagai Mediator Pelestarian Warisan Budaya dan Industri Pembuatan Bata. Amerta, 33(2), 97. https://doi.org/10.24832/amt.v33i2.218

Wiryohandoyo, S. (1998). Pendidikan Ilmu Sosial. Semarang: IKIP Semarang.

Yusuf, M. A., Ibrahim, N., & Kurniawati. (2018). Pemanfaatan Museum sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran Sejarah. Visipena, 9(2), 215–235.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v5i4.13367

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Zulkifli Randa, Ari Sapto, Blasius Suprapta

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JPtpp is accredited “Rank 2” as a scientific journal under the decree of the Directorate General of Research Enhancement and Development, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, dated October 24, 2018, No: 30/E/KPT/2018, effective for five years from Volume 3 Issue 1, 2018 until Volume 7 Issue 8, 2022.


Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, & Pengembangan

Journal Of Education

Graduate School Of Universitas Negeri Malang

Lisensi Creative Commons

JPtpp is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License