MORFOLOGI GALUR-GALUR HARAPAN KEDELAI TAHAN CPMMV (COWPEA MILD MOTTLE VIRUS) SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

Tri Andri Setiawan, Siti Zubaidah, Heru Kuswantoro

Abstract


Learning resources can be used by students in the learning procces to obtaining the information and knowledge. One of the learning resources that is can be used students are morphological of CpMMV-resistant soybean promising lines. This reasearch was to introduce morphological soy plant from crosses of genotype cause variation in morphological characters can be used as a source of learning Biology. Identification was conducted at ILETRI on March-June 2015. Descriptive data analysis is carried out. The results showed the existence of variation of morphological characters derived from crosses of the genotype. Based on the study of the processes and results of the study, morphological of CpMMV-resistant soybean promising lines can be use as a source of learning Biology.

Sumber belajar dapat digunakan siswa dalam proses belajar untuk memperoleh informasi dan pengetahuan. Salah satu sumber belajar yang dapat digunakan siswa yaitu morfologi galur-galur harapan kedelai tahan CpMMV. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan bahwa morfologi tanaman kedelai dari hasil persilangan genotipe menimbulkan variasi karakter morfologi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar Biologi. Identifikasi dilakukan di BALITKABI pada bulan Maret—Juni 2015. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi karakter morfologi yang berasal dari persilangan genotipe. Berdasarkan kajian proses dan hasil penelitian, morfologi galur-galur harapan kedelai tahan CpMMV dapat dijadikan sebagai sumber belajar Biologi.

 


Keywords


morphologhy; soybean; CpMMV; learning resources morfologi; kedelai; CpMMV; sumber belajar

Full Text:

PDF

References


Adipurnomo, H. 2006. Sumber dan Media Pembelajaran. Malang: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Pusat Pengembangan Penataran Guru IPS dan PMP Malang.

Arifin, A.S. 2012. Kajian Morfologi Anatomi dan Agronomi antara Kedelai Glycine max Sehat dengan Kedelai yang terserang Cowpea Mild Mottle Virus (CpMMV) Serta Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Pengelolaan Hama Terpadu di Sekolah Menengah Kejuruan. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Dayaman, V. 2007. Diversity Analysis in Soybean (Glycine max (L.) Merrill) Using Morphological and Simple Sequence Repeat (SSR) Markers. Coimbatore: Department of Plant Molecular Biology and Biotechnology, Centre for Plant Molecular Biology.

Faridah, T. 2012. Pembelajaran Berdasarkan Pendekatan Kontekstual. Sulawesi Selatan: Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).

Iswardhani, N. dan Djukri. 2015. Pengaruh Penggunaan Limbah Tapioka sebagai Sumber Belajar terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa. Cakrawala Pendidikan. No. 1 Hal. 149—159.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Kompetensi Dasar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Balai Penelitian dan Pengembangan.

Kunandar. 2014. Penilaian Autentik, Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Munajah dan Susilo, M. J. 2015. Potensi Sumber Belajar Biologi SMA Kelas X Materi Keanekaragaman Tumbuhan Tingkat Tinggi di Kebun Binatang Gembira Loka. JUPEMASI-PBIO. Vol. 1 No. 2 ISSN: 2407-1269 hal. 184—187.

Muniyappa, V. 1983. Transmission of Cowpea Mild Mottle Virus by Bemisia tabaci in a Nonpersistent Manner. Plant Disease 67:391—393.

Permendikbud. 2013. Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan. Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Permendikbud No. 65. 2013. Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Prihatman, K. 2000. Kedelai (Glycine max L.). Jakarta: Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Permasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Pusat Perlindungan Varietas Tanaman. 2007. Panduan Pengujian Individual Kebaruan, Keunikan, Keseragaman dan Kestabilan Kedelai. Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Setyowati, A. 2008. Analisis Morfologi dan Sitologi Tanaman Buah Naga Kulit Kuning (Selenicereus megalanthus). Skripsi tdak diterbitkan. Surakarta: Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Tavasoli, M., Shahraeen, N. dan Ghorbani, SH. 2009. Serological and RT-PCR Detection of Cowpea Mild Mottle Carlavirus Infecting Soybean. Journal of General and Molecular Virology Vol.1 (1), hal. 007—011.

Zubaidah, S., Corebima A.D., Kuswantoro H., Saleh N. 2009. Pengembangan Penilaian Ketahanan Tanaman Kedelai terhadap CpMMV (Cowpea Mild Mottle Virus) Berdasarkan Adanya Foliar Simptoms Recovery. Makalah Dipresentasikan pada Seminar Nasional Biologi VII. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Zubaidah, S., Corebima, A.D., Kuswantoro, H. 2010. Pembentukan Varietas Unggul Kedelai Tahan CpMMV (Cowpea Mild Mottle Virus) Umur <80 Hari Berdaya Hasil Tinggi (Potensi Hasil >2,5 T/HA) dan Kehilangan Hasil <10%. Ringkasan Eksekutif Hasil-hasil Penelitian Tahun 2010. Malang: Universitas Negeri Malang.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/jp.v1i3.6162

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan




JPtpp is accredited “Rank 2” as a scientific journal under the decree of the Directorate General of Research Enhancement and Development, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, dated October 24, 2018, No: 30/E/KPT/2018, effective for five years from Volume 3 Issue 1, 2018 until Volume 7 Issue 8, 2022.


Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, & Pengembangan

Journal Of Education

Graduate School Of Universitas Negeri Malang

Lisensi Creative Commons

JPtpp is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License