PENGARUH PENDIDIKAN GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU KONSUMSI SERAT PADA SISWA

Ratu Ayu Dewi Sartika

Abstract


Abstract: Effect of Nutrition Education on Knowledge and Behavior of Fiber Consumption among Primary School Students. This study aims at examining the effect of nutrition education on knowledge and behavior of fiber consumption among primary school students. The design employed was quasi-experimental research design with pre and post intervention. The results indicate that there was increased knowledge as indicated by the scores of students after intervention (p <0.050). The media considered suit­able for intervention activities include flash cards, word search and food simulation of fiber sources. The highest increased scores were obtained by students of SD Negeri, that is, 28.19±11.52 (p<0.005), followed by students of MI (Madrasah Ibtidaiyah), that is, 4.33±10.02 (p<0.05), and students of private school, that is, 1.07±8.04 (p>0.05). Fiber consumption among primary school students was still low (reaching 20% of the Recommended Dietary Allowance). There was no effect between fiber intake, consumption of fruits and vegetables before and after the intervention activities (p>0.05). However, there was a decrease of street food consumption habits, colored beverages and soft drinks (p<0.05). It is recommended that schools work together with Parents Association in mobilizing the love for fiber among students.

Abstrak: Pengaruh Pendidikan Gizi terhadap Pengetahuan dan Perilaku Konsumsi Serat Pada Siswa SD/MI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku konsumsi serat pada siswa SD/MI. Penelitian ini menggunakan disain studi kuasi eksperimental, pre-post intervention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor penge­tahuan siswa sebelum dan setelah intervensi (p<0,05). Media yang dinilai cocok digunakan untuk kegiatan intervensi adalah kartu bergambar, cari kata (word search) dan simulasi makanan sumber serat. Peningkatan skor perilaku tertinggi setelah intervensi terdapat pada siswa SD Negeri, sebesar 28,19±11,52 (p<0,005), diikuti oleh siswa MI 4,33±10,02 (p<0,05) dan SD Swasta 1,07±8,04 (p>0,05). Asupan serat siswa SD/MI dinyatakan masih rendah (mencapai 20% dari Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan). Tidak ada pengaruh antara asupan serat, kebiasaan konsumsi buah dan sayur sebelum dan sesudah kegiatan intervensi (p>0,05). Sebaliknya terjadi penurunan kebiasaan konsumsi makanan jajanan, minuman berwarna dan soft drink (p<0,05). Sebaiknya pihak sekolah bekerja sama dengan POM (Persatuan Orangtua Murid) melakukan upaya yang serius dan berkesinambungan dalam menggalang gerakan cinta serat bagi siswa.

Keywords


konsumsi serat;pendidikan gizi; pengetahuan; perilaku

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.17977/jip.v17i4.2735

Free counters!Creative Commons LicenseCheck Google PageRank
Jurnal Ilmu Pendidikan by Jurnal Ilmu Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at http://journal.um.ac.id/index.php/jip.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://journal.um.ac.id/index.php/jip. View My Stats