KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA DENGAN INKUIRI TERBIMBING DIPADU PELATIHAN METAKOGNISI PADA MATERI KELARUTAN DAN Ksp

Arvinda C. Lalang, Suhadi Ibnu, Sutrisno Sutrisno

Abstract


This research aimed to determine differences in critical thinking ability and conceptual understanding between students taught with guided inquiry learning combined with metacognition training and students taught with guided inquiry learning without metacognition training. This study used quasi-experimental with pretest-posttest nonequivalent control group design. This study used a purposive sampling which produced two classes, namely class XI MIA 3 as the experimental class and XI MIA 4 as the control class. The students in the experiment class were taught with guided inquiry learning combined with metacognition training, while the students in the control class were taught with guided inquiry learning without metacognition training. The instrument used to measure the success of this research was multiple choice questions with written explanation. Multiple choice questions were used to measure conceptual understanding while essay questions were used to measure critical thinking ability. The results showed that: (1) The improved critical thinking ability could be seen from the mean of N-Gain of the experimental class 0,76, higher than the control class 0,55; (2) The improved conceptual understanding could be seen from the mean of N-Gain of the experimental class 0,66, higher than the control class 0,54. So we can conclude that the guided inquiry learning combined with metacognition training has enhanced students' critical thinking ability and conceptual understanding.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu pelatihan metakognisi dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing tanpa pelatihan metakognisi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-postest nonequivalent control group. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh dua kelas sampel, yaitu kelas XI MIA 3 sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 4 sebagai kelas kontrol. Siswa pada kelas eksperimen dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dipadu pelatihan metakognisi sedangkan siswa pada kelas kontrol dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing tanpa pelatihan metakognisi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keberhasilan penelitian ini adalah soal pilihan ganda dengan penjelasan tertulis. Soal pilihan ganda digunakan untuk mengukur pemahaman konseptual sedangkan soal essay digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan N-Gain pada kelas eksperimen yaitu 0.76 lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 0.55; (2) ada perbedaan peningkatan pemahaman konsep siswa dengan N-Gain pada kelas eksperimen, yaitu 0.66 lebih tinggi dari kelas kontrol, yaitu 0.54. Dengan demikian, dapat dikatakan pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu pelatihan metakognisi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual siswa.


Keywords


critical thinking ability; conceptual understanding; guided inquiry learning; metacognition training; kemampuan berpikir kritis; pemahaman konseptual; inkuiri terbimbing; pelatihan metakognisi

Full Text:

PDF

References


Alatas, F. 2014. Hubungan Pemahaman Konsep dengan Keterampilan Berpikir Kritis melalui Model Pembelajaran Treffinger pada Mata Kuliah Fisika Dasar. EDUSAINS, 4 (1):88—96.

Anderson, L.W. & Krathwohl, D.R. 2014. Kerangka Landasan Untuk Pengajaran dan Asesmen, Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Dawson,T.L. 2008. Metacognition and learning in adulthood. (Online), (https://dts.lectica.org/PDF/Metacognition.pdf), diakses 5 Juni 2015.

Diella, D. 2014. Hubungan Kemampuan Metakognisi dengan Keterampilan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas XI pada Materi Sistem Ekskresi Manusia. Tesis tidak diterbitkan. Bandung: FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.

Ennis, R.H. 2011. The Nature of Critical Thinking: An Outline of Critical Thinking Dispositions and Abilities, (Online), (http://faculty.education.illinois.edu/rhennis/documents/TheNatureofCriticalThinking_51711_000.pdf), diakses 23 Desember 2015.

Fisher, A. 2001. Critical Thinking An Introduction. Cambridge: Cambridge University Press.

Imel, S. 2002. Metacognitive Skill for Adult Learning (Online), (http://www.ce-te.org/acve/docs/tia00107.pdf

Iskandar, S.M. 2011. Pendekatan Pembelajaran Sains Berbasis Konstruktivis. Malang: Bayumedia Publishing.

Ku, K. Y. L., & Ho, I. T. 2010. Dispositional factors predicting Chinese students’ critical thinking performance. Personality and Individual Differences, 48:54—58.

Livingston, J.A. 1997. Metacognition: An Overview, (Online), (http://www.gse.buffalo.edu/fas/shuell/cep564/metacog.html), diakses 20 September 2015.

Magno, C. 2010. The Role of Metacognitive Skills in Developing Critical Thinking. Springer Science Business Media, LLC (Limited Liability Company), 5:137—156.

Martinez, M.E. 2006. What Is Metacognition?. Phi Delta Kappan, 87 (9):696—699, (Online), (http://images.pearsonassessments.com/images/tmrs/Metacognition_Literature_Review_Final.pdf), diakses 24 November 2015.

Mastuti, A.G. 2013. Keefektifan Model Pembelajaran Langsung dengan Pelatihan Metakognisi pada Materi Dimensi 3 untuk Kajian Matematika SMP Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Ambon. Horizon Pendidikan, 8 (1):41—56.

Maulana. 2008. Pendekatan Metakognitif Sebagai Alternatif Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa PGSD. Jurnal Pendidikan Dasar Nomor: 10 - Oktober 2008

Pelton, J.A. 2014. How Our Majors Believe They Learn: Student Learning Strategies in an Undergraduate Theory Course. American Sociological Association, 42 (4):277—286.

Slavin, R.E. 2000. Educational Psychology: Theory and Practice. Sixth Edition. Boston: Allyn and Bacon.

Suryani, D.I., & Sudargo, F. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Open Inquiry dan Guided Inquiry Terhadap Penguasaan Konsep Siswa SMP pada Tema Suhu dan Perubahan. Prosiding Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains 2015 (SNIPS 2015) 8 dan 9 Juni 2015, Bandung, Indonesia

Susantini, E. 2004. Memperbaiki Kualitas Proses Belajar Genetika Melalui Strategi Metakognitif dalam Pembelajaran Kooperatif pada Siswa SMU. Disertatsi tidak diterbitkan. Malang: Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Trout, L., Lee, C., Moog, R., & Rickey, D. 2008. Inquiry Learning: What Is It? How Do You Do It?.Chemistry in The National Science Education Standards, Second Edition, pp: 29—43.

Zubaidah, S., Corebima, A.,D., & Mistianah. Asesmen Berpikir Kritis Terintegrasi Tes Essay. Symposium on Biology Education (Symbion), 200—213.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/jp.v2i1.8372

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan




JPtpp is accredited “Rank 2” as a scientific journal under the decree of the Directorate General of Research Enhancement and Development, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, dated October 24, 2018, No: 30/E/KPT/2018, effective for five years from Volume 3 Issue 1, 2018 until Volume 7 Issue 8, 2022.


Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, & Pengembangan

Journal Of Education

Graduate School Of Universitas Negeri Malang

Lisensi Creative Commons

JPtpp is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License