Pendampingan Partisipatori dalam Meningkatkan Kemandirian Masyarakat Tunagrahita

Kapit Tatak Aprianto, Ach. Rasyad, Zulkarnain Zulkarnain

Abstract


Abstract: This research aims to describe community participatory accompaniment for mental retardation community implemented by Pokmas Karanpatihan Bangkit. The research are using qualitative approachs and case studies. This research approach was interactive model analysis. The research results are: Participatory accompaniment in Karangpatihan village was conducted by involving the community. In the estamblishment of Pokmas Karangpatihan Bangkit by involving eight communities Karangpatihan village as assessor such as Karang Taruna and community local point, closed family of mental retardation community. Participatory accompaniment was conducted to improve the ability throughout the catfish cultivation training, and goats, the training to make some handicraft such as doormat and batik Ciprat. The accompaniment has impacted Karangpatihan village which commonly named as an idiot community. Furthermore, it has impacted to community economics as well as to their daily life.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pendampingan partisipatori masyarakat untuk masyarakat tunagrahita yang dilakukan oleh Lembaga Pokmas Karanpatihan Bangkit. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan studi kasus. Penelitian ini menggunakan analisis Interactive Model. Hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil temuan penelitian, yaitu pendampingan partisipatori di desa Karangpatihan dilakukan dengan melibatkan masyarakat. Dalam pembentukan Pokmas Karangpatihan Bangkit dengan melibatkan delapan masyarakat desa karangpatihan sebagai pendamping, seperti karangtaruna, dan tokoh masyarakat, keluarga terdekat masyarakat tunagrahita. Pendampingan partisipatori dalam meningkatkan kemampuan melalui pelatihan-pelatihan budidaya ayam, lele, dan kambing, serta pelatihan-pelatihan pembuatan kerajinan berupa keset dan batik ciprat. Hasil dari pendampingan partisipatori masyarakat tunagrahita adalah kerajinan keset dan batik ciprat. Pendampingan juga berdampak pada sebutan desa Karangpatihan yang dikenal dengan kampung idiot. Selain itu, berdampak pada ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Keywords


participatory assistance; independence; mentally disabled; pendampingan partisipatori; kemandirian; tunagrahita

Full Text:

PDF

References


Ambaryanti, R. (2013). Hubungan Intensitas Pendampingan Belajar Orangtua dengan Kualitas Hasil Belajar Siswa di RA Al-Islam Mangunsari 02 Semarang Tahun Pelajaran 2011/2012. Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies, 2(2), 43-49.

Amila, A. (2017). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Tunagrahita melalui Kelompok Swadaya Masyarakat Rumah Harapan Karangpatihan Bangkit: Studi Kasus di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Tesis tidak diterbitkan. UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Anwas, O. M. (2013). Pemberdayaan Masyarakat di Era Global. Bandung: Alfabeta.

Britha, M. (1999). Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-upaya Pemberdayaan: Sebuah Buku Pegangan Bagi Para Praktisi Lapangan (Vol. 438). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Dewi, D. S. K. (2016). Model Pemberdayaan Masyarakat Tunagrahita di Kampung Idiot Kabupaten Ponorogo. Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(1), 21-27. https://doi.org/10.26618/ojip.v6i1.35

Efendi, M. (2006). Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara.

Fitriagi, B. (2012). Tipe Produk Sosial Sebagai Pesan Komunikasi Dalam Penyelenggaraan Kegiatan Sadar Lingkungan (Studi pada Komunitas Earth Hour Malang). Skripsi tidak diterbitkan. Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Haryeti, E., Sopandi, A. A., & Iswari, M. (2013). Meningkatkan Keterampilan Membuat Palai Rinuak melalui Metode Latihan pada Anak Tunagrahita Ringan. Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus, 2(3), 537-547.

Hermawan, H. (2016). Dampak pengembangan Desa Wisata Nglanggeran terhadap Ekonomi Masyarakat Lokal. Jurnal Pariwisata, 3(2), 105-117.

Huraerah, A. (2008). Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat: Model & Strategi Pembangunan Berbasis Kerakyatan. Bandung: Humaniora.

Ife, J., & Tesoriero, F. (2008). Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Jamaris. (2016). Kompetensi Pendamping Pembangunan Desa. Prosiding Seminar Nasional Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang.

Karsidi, R. (2007). Pemberdayaan Masyarakat untuk Usaha Kecil dan Mikro (Pengalaman Empiris di Wilayah Surakarta Jawa Tengah). Jurnal Penyuluhan, 3(2), 136-145. https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v3i2.2161

Listiyaningsih, R., & Dewayani, T. N. E. (2009). Kepercayaan Diri pada Orangtua yang Memiliki Anak Tunagrahita. Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana, Yogyakarta.

Mappiare, Andi AT. (1992). Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Moedzakir, D. (2010). Metode Pembelajaran untuk Program-Program Pendidikan Luar Sekolah. Malang: Universitas Negeri Malang.

Oktavini, C., & Irdamurni, Z. (2013). Melatih Keterampilan Merangkai Bunga Akrilik melalui Metode Bervariasi bagi Anak Tunagrahita Ringan. Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus, 2(3), 117-128.

Priyanti, M. M., Sudariyah, S., Mahmudah, L., & Salimi, M. (2016). Upaya Pemberdayaan Anak Berkebutuhan Khusus melalui Pembelajaran Kewirausahaan di SLB Negeri Purworejo. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pendidikan, 403-410.

Rachman, Z. M. (2007). Buku 2-Panduan untuk Fasilitator Infomobilisasi: Mengelola Program Infomobilisasi. Jakarta: Tim Partnerships for e-Prosperity for the Poor (Pe-PP).

Rasyad, A. (2014). The Implementation of Training Management Applied by the PNPM Mandiri Perkotaan Facilitator to Self-Help Groups. IOSR Journal of Humanities and Social Science, 19(10), 9-13.

Rasyad, A., & Suparna, B. (2003). Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Malang: UM Press.

Suharto, E. (2005). Membangun Masyarakat, Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Sumpeno, W. (2009). Menjadi Fasilitator Genius: Kiat-Kiat dalam Mendampingi Masyarakat. Jakarta: Exellent Learning Managemen Center.

Theresia, A. (2014). Pembangunan Berbasis Masyarakat. Bandung: Alfabeta.

Totok, M., & Poerwoko, S. (2015). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

Triono, B. (2018). Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Difabel Idiot di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 5(1), 94-107.

Ulfatin, N. (2013). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan: Teori dan Aplikasinya. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Wrihatnolo, R. R., & Dwidjowijoto, R. N. (2007). Manajemen Pemberdayaan: Sebuah Pengantar dan Panduan untuk Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia.




DOI: http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v4i6.12528

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Kapit Tatak Aprianto, Ach. Rasyad, Zulkarnain Zulkarnain

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JPtpp is accredited “Rank 2” as a scientific journal under the decree of the Directorate General of Research Enhancement and Development, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, dated October 24, 2018, No: 30/E/KPT/2018, effective for five years from Volume 3 Issue 1, 2018 until Volume 7 Issue 8, 2022.


Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, & Pengembangan

Journal Of Education

Graduate School Of Universitas Negeri Malang

Lisensi Creative Commons

JPtpp is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License